script type= "text/javasript">if Catatan Cinta Ibu Langsung ke konten utama

Postingan

Asam-asam Peda (kuliner suku Banjar)

Ikan asin peda (foto: dokpri) Dari judulnya, aku sedang tertarik membahas satu masakan istimewa suku Banjar.  Aku sendiri bisa dibilang penikmat Asam-asam Peda.  Peda adalah nama jenis ikan asin yang banyak dijumpai di Banjarmasin dan Samarinda. Dua kota ini tak terlalu berdekatan jaraknya. Beda propinsi, malah. Tetapi banyak dari penduduk asli Banjarmasin dan sekitarnya yang merantau sampai ke kota Samarinda.  Samarinda sendiri mempunyai suku asli Kutai dan Dayak. Namun oleh beberapa faktor, kota ini sudah memikat orang-orang dari berbagai penjuru untuk datang dan menetap. Jadilah suku aslinya tak terlalu tampak. Alias kalah jumlah. Itu tadi sekilas tentang orang Banjar yang merantau sampai ke Samarinda. Nah, sudah kebiasaan perantau bila harus kangen masakan dari kampung halamannya. Terutama saat rindu pulang tapi tak pulang-pulang. Dari sekian banyak kuliner suku Banjar, yang mudah dieksekusi para "perindu" salah satunya adalah si ikan Peda. Ikan Peda adalah ikan asin ...

Sedekah Untuk Keluargamu

Apa yang ada di benak moms, saat membaca info di grup orang tua murid  di sekolah, salah satu dari mereka mengalami kecelakaan dan pendarahan? Iya, langkah pertama aku langsung menelepon.  Kubayangkan wajah pesakitan ibu Dania akan sedikit senang manakala ada yang bertanya tentang keadaannya. Semakin kita berempati, kesusahan orang lain akan semakin terobati. Ah, indahnya persahabatan. D an saat seseorang menjawab teleponku di ujung sana, ternyata suara mungil putri ibu Dania, Bella.  "Mama di rumah sakit tante...mama kecelakaan...mama dijahit dagunya..." Alangkah nestapa gadis kecil sahabat anakku ini. Entah siapa yang menemaninya di rumah, saat semua orang fokus ke arah rumkit. "Itu tante...mama sudah pulang... mobilnya sudah datang..." pekik suaranya dengan nada gembira. "Ya udah nak...disambut dulu mamanya yaa...dibantu mamanya..." Telpon segera ditutup, tanpa jawaban. Aku menarik nafas, pikiranku melayang. Sebegini benar, tugas seorang ibu. Yang kutah...

Rumahku di Pinggir Hutan

Foto: pribadi Kami  beruntung tinggal di area tanah yang luas. Sepintas suasananya seperti hutan memang. Ditemani pohon-pohon tinggi, tapi tak bisa dibilang besar. Di kejauhan nampak atap-atap rumah berjajar rapi khas perumahan. Di atas perbukitan pastinya. Lalu apakah kami merasakan kesan sunyi? Tentu saja iya.  Pagi hari burung-burung kecil pada ngoceh. Tapi tak berlangsung lama.  Sesekali juga terdengar suara tupai. Girang melompat mencari buah mangga yang baru dua biji. Maklum baru belajar berbuah, kata misua. Selain bentuk tubuh tupai yang lucu: badannya kecil dan ekornya mirip pembersih botol, ada hal nyebelin dalam diri si tupai. Setidaknya itu pengalaman misua yang gemes karena cempedak yang baru dua biji berbuah (loh...janjian ya dengan mangga) ludes pula dalam dua hari misinya. Tupai punya misi,   catat. Sebenarnya kami belum lama tinggal di sini. Tepatnya baru dua tahun. Dan pohon-pohon yang baru belajar berbuah tadi, adalah hasil tangan dingin bapak....

Anakku dan Aku Beda Zaman

  A nakku dan aku beda zaman.  Wahh...gimana tuh maksudnya? Iya, kalau sekarang kita dah emak-emak, dulu di masa sekolah dasar kita sama sekali ngga kenal handphone, gadget, telepon pintar, dan seterusnya. Pun kalau ada sesuatu yang ingin diketahui, kita yang sekarang jadi emak,  dulunya hanya bisa duduk manis di perpustakaan membuka buku ensiklopedi. Buku ini, buku itu, pokoknya yang hobi baca, betah berjam-jam membaca karena ingin pintar. Begitulah. Sekarang aku seperti mendapat kejutan. Ternyata anak sulungku tak hafal beberapa wilayah di Indonesia. Sebut saja Bandung, Banyuwangi, Jember.  Lalu anak sulungku juga tak tahu SARA itu apa. Bahkan tak tahu para mantan Presiden. Aduh duh... Pe-er nih buat ibunya. Lalu kukatakan: "banyak melihat berita tv nak..." Tapi  aku tak usah terlalu berharap dehh. Beginilah kalau beda zaman. Saat si sulung kehilangan acara tv-nya, maksudnya film horor berganti tayangan acara lain, segera dia mengambil hp dan search. Saat aku...

Cerita: Menuju Dirgahayu Indonesia

Foto: suara.com H ari ini cuaca cerah namun terasa sepi. Kalau kemarin matahari malu-malu menunjukkan kehangatan sinarnya, hari ini pagi-pagi langit sudah tampak terang. Sejurus kemudian cucian di tali jemuran ikut tertimpa sinar matahari. Alhamdulillah. Namun selaksa sepi menguasaiku.  Rasanya tak ada kicauan burung seperti hari biasanya. Tak ada suara jerit anak-anakku bermain. Sepagi ini mereka masih tidur. Tapi ralat deh...sudah jam delapan nol nol. Sudah saatnya bangun. Bukan pagi lagi, tapi menjelang siang.  Aku malah sudah selesai masak nasi dan membuat dadar telur.  Nasi hangat-hangat kuletakkan dalam kotak bekal, bersama dadar telur dan sambel di wadah lainnya. Menu sederhana. Terkadang saja berganti ikan dan sambel. Atau sesekali ada tambahan sedikit sayur. Hihi... Misua mbontot nih.. Aku ingat hari ini hari jumat. Dua anak perempuanku yang belajar online/sekolah daring, hari ini mendapat jadwal siang dua-duanya, sehabis sholat jumat. Biarlah mereka molor sediki...

Cerita Idul adha: Balada bu Siti

SEBELAS tahun, bukanlah waktu yang sebentar untuk dijalani. Selama itu, seorang wanita, sebut saja bu Siti, bekerja tak kenal lelah untuk keluarganya. Mulai dari pekerjaan kecil, sampai akhirnya bu Siti dipercaya sang majikan untuk meng handle karyawan-karyawan lainnya.  Tak ayal, bukan hanya kenaikan gaji yang bu Siti dapat. Tetapi juga rasa hormat dari karyawan-karyawan lain. Pukul empat saat hari masih gelap, bu Siti sudah bangun sholat Subuh. Dalam sekejap ia sudah memanaskan perapian demi menyiapkan keperluan makan anak-anak dan suaminya. Karena setelah membereskan rumah dan mencuci pakaian, bu Siti harus segera berangkat kerja. Hari-harinya tak pernah tak sibuk. Di pedesaan yang tentram, bekerja dengan majikan kaya dan baik hati, bu Siti seakan ditenggelamkan waktu. Pundi-pundinya pun cepat terisi. Apa yang dia cita-citakan, seakan muncul di depan mata. Bu Siti adalah wanita luar biasa. Cintanya kepada keluarganya, melebihi batas jam yang ada. Ia tak mengeluh, meski setiap pu...

Asyiknya Minyak Telon

A pa yang paling nikmat saat menjadi ibu? Tentu adalah saat-saat bisa berdekatan dengan sang debay, lalu mencium pipinya yang mulus. Dan tentunya yang dicium wangi khas baby. Hmm... Jangan heran kalau setelah melahirkan,  Moms  takuuutt banget ketemu tanggal kapan harus masuk kantor lagi. Maunya sih cuti melahirkan diperpanjang aja gitu... Hehehe Tiba-tiba aja nih, putri sulungku yang sekarang menginjak tiga belas tahun bertanya, kenapa aku memakai minyak telon yang berbeda untuk mereka bertiga. Pertanyaan spontan ini terlontar saat kami nonton tv yang menayangkan iklan minyak telon bayi. Aku pun berpikir cepat untuk memberikan jawaban yang tepat. Tapi apa yaa... "Ibu mencoba merk lain, supaya kalian punya ciri sendiri-sendiri..." entah jujur apa tidak, jawaban itulah yang keluar dari mulutku.  Ingatanku pun segera melayang ke masa lalu. Saat aku punya bayi pertama, rasanya aku masih culuuun bangett! Tinggal di kota kecil, belanja pun hanya di warung dan pasar. Yang umumn...

Luka Hati.

Menikmati pagi itu adalah  soal jiwa, soal batin . Dan mungkin orang tidak bisa melakukannya setiap hari. Karena setelah bangun tidur, Anda akan buru-buru mempersiapkan diri berangkat ke tempat kerja. Bahkan  sarapan   yang katanya harus  pun, seringkali Anda beralasan tidak sempat. Karena tempat kerja jauh, atau karena akan menemui macet. Suatu hari di jalan... Aku nelangsa, dan mungkin sedikit nyinyir.  Waktu itu aku sedang menaiki motor, bertemu dengan sepasang suami istri yang berseragam kantor daerah. Bukan bertemu. Tepatnya motor mereka berjalan di depanku. Saat itu masih pagi benar. Sekitar jam enam pagi. Sementara jam kantor di sini dimulai setengah delapan, kalau tidak salah. Seperti yang kukatakan tadi. Aku nyinyir.  Sesuatu bergelayut di hatiku.  Seakan menyalahkan mereka. Suami istri sepagi ini  sudah keluar rumah untuk bekerja. Jam berapa mereka bangun dan mandi? Mungkin saja saat azan subuh. Tapi mandi pada jam lima, a...

Anak Ibu, Jangan Saling Iri

Mencegah konflik kakak beradik sejak kecil, termasuk tugas seorang ibu, loh Moms. Dengan membiasakan mereka rukun sejak kecil, akan membantu anak-anak kita saling menyayangi dan perduli satu sama lain di usia dewasa. Hebat ya... Foto: dokpri Jika Moms bertanya-tanya, apa hubungannya rukun sejak kecil, dengan saling menyayangi di antara mereka di usia dewasa, jawabannya seperti membiasakan anak-anak menabung di masa kecilnya, agar kelak mereka pandai mengelola keuangannya. Semacam training  sedari kecil Moms. Lalu bisakah setiap Moms membantu mereka? Berikut tips nya: 1. Menyiapkan pola pikir     Tentu saja diawali dengan pola pikir tentang siapa kakak, siapa adik, agar anak-anak paham posisi masing-masing. Moms harus membuka pemahaman ini bahwa anak-anak seperti satu tubuh dengan saudaranya. Jika adik sakit, sang kakak juga akan sedih, dan sebaliknya. 2. Memberitahu peran masing-masing     Tak jarang dalam sebuah keluarga, hubungan persaudara...

Jadi Moms happy, yuk belajar....

Foto Pixabay Bolehkah ibu menyusui (busui) minum es? Bolehkah makan makanan pedas? Bolehkah saat saya sakit minum obat, tetapi tetapmemberikan ASI? Apakah bayi saya cukup kenyang? dan sebagainya....   Pertanyaan-pertanyaan ini kerap muncul di benak Moms  ya... Apalagi new moms... Foto Pixabay Menjadi ibu adalah pekerjaan mulia. Seekor anak burung saja, yang induknya mati tertembak oleh pemburu, moms akan iba melihatnya. Bagaimana tiga ekor anak burung di sarangnya bisa makan? Cicitnya kian melengking karena lapar. Sang induk burung tak kunjung datang. Anak-anak burung semakin kelaparan. Juga kehausan. Dan seterusnya. Jabatan sebagai "ibu"  akan dimulai sejak bayi kita hadir ke dunia. Berbagai rasa sakit demi memperjuangkan kelahirannya, akan menjadi pengalaman luar biasa. Lalu menyusui, merawat, mendidik, menjaga... alangkah mulianya.  Tetapi surga  memang tak akan didapat dengan cara yang mudah. Moms  harus ikhlas, harus berjuang, dan senantiasa menambah i...

Rambut bayiku

Ada yang memesonaku, saat kelahiran anak keduaku. Saat perawat menggendongnya sesaat setelah lahir. Posisiku lebih di bawah dari bayiku. Jadilah yang terlihat, rambut bayiku yang hitam dan tebal. Menjadi istimewa Moms, saat pandangan pertama pada bayi kita. Karena saat masih dalam kandungan, seorang ibu bisa sangat kangen dan penasaran dengan wajah bayinya. Pernah mengalami hal yang sama? Sebenarnya masih ada hal lain yang membuatku bertambah cinta pada bayiku ini. Dari hari ke hari, naluriku sebagai ibu kian tumbuh subur dan sulit kugambarkan. Inilah yang dikatakan menerima karunia, Moms. Banyak yang memuji, tetapi banyak juga yang bertanya. Kalau diingat-ingat, akupun tak menyadari apa saja yang kulakukan semasa hamil. Yang jelas, rambut bayiku sangat berbeda dengan bayi-bayi lainnya yang "minimalis" alias tipis. Anak keduaku Minum susu bumil Kalau yang satu ini, jujur memang aku sempat minum satu kotak saja di awal kehamilan. Susah memang, membiasakan minum susu kalau dari...

Indahnya Punya Tiga Anak Perempuan

Taman Balaikota Palu Punya tiga orang anak perempuan dalam rentang 9 tahun, rasanya sungguh luar biasa  Moms . Yang pasti seru dan bahagia.  Saya juga serasa diberi tantangan menghadapi keunikan dan hasrat mereka. Alhamdulillah  dengan berjalannya waktu, trik menghadapi anak-anak perempuan yang berbeda usia ini, dapat saya kuasai. Dan berikut ringkasannya: Awali dengan memberi pengertian Tentu setiap tindakan harus diawali dengan pola pikir.  Moms  bisa menerangkan hal mana yang baik, kurang baik, tidak baik, dan hal mana yang salah, beserta alasannya.  Gunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia anak. Pekerjaan ini diibaratkan mengisi botol . Perlu takaran, kesabaran, bahkan berulang-ulang.   Tetapi lambat laun mereka akan mengerti. Beri waktu Hal apapun yang Moms  ajarkan kepada anak-anak, tidak akan secara express  diserap dan dilaksanakan oleh mereka. Bahkan setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk "mencerna"nya. Ada yang...

Cerita Pets: Ros dan teman-teman

Hanya dengan melihat foto kucing, mendadak saya jadi kekanakan lho... Saya memdadak terpesona dengan kelucuan hewan berkumis ini. Apalagi kalau harus mengelus bulunya yang lembut. Hmm... Tapi saya ngga sendirian kok . Ada banyak penggemar kucing juga, baik kucing kampung maupun ras berhidung pesek nan lucu. Bahkan banyak dari peminat kucing yang merogoh kocek lebih dalam demi merawat kucing kesayangan mereka sebaik mungkin. Sebenarnya kebiasaan saya dan anak-anak memelihara kucing berawal dari suami. Suatu hari, saat hujan turun dengan lebatnya, seekor kucing buduk mampir ke depan rumah kami. Suami memberi teduhan sekedarnya. Eh, si kucing jadi rutin datang meminta nasi sisa. Suami memberikan dengan senang hati pula. Alhasil, beberapa bulan kemudian si kucing beranak pinak. Genap setahun, induk kucing sudah beranak sebanyak tiga kali, bahkan sekarang mempunyai tiga cucu. Hihi...geli deh. Kucing bisa punya cucu juga. Selain kucing kampung, saya dan anak-anak juga memelihara dua ekor kuc...

Cerita: Sang Pendidik

Musim pandemi covid 19.  Ngga enak bacanya ya, moms .  Tapi apapun yang Allah berikan dalam hidup kita, mesti kita terima dan berusaha jalani dengan ikhlas.  Dan kali ini, aku akan sharing  tentang dua anakku yang mendapat perlakuan berbeda, dari dua guru wali kelas yang berbeda pula. Tentunya salah satunya, tidak enak di hati, sampai menjadi bahan tulisan ini. Simak deh Moms. Memang tidak gampang ya Moms, untuk bertahan di tengah wabah ini. Bagi kita orang dewasa saja sulit, apalagi bagi anak-anak yang biasanya banyak menghabiskan waktunya justru bukan di rumah. Sekarang, anak-anak harus menyesuaikan diri dengan hal-hal yang berbeda 180 derajat. Bagaimana pula dengan aktifitas sekolah?  Rentetan imbas wabah corona  yang mau tak mau, harus dirasakan oleh anak-anak kita adalah, terpaksa harus belajar di rumah (BDR), dan adanya pelaksanakan ujian secara    online . Mungkin tak jadi masalah Moms , kalau sarana belajar online tadi ada  dan be...

Balita Makan Sayur

Asyiknyaa... setiap kali membahas tentang balita. Itu artinya aku akan bercerita tentang anak bungsuku yang merebut hatiku. Dia mungil, dia lucu, dia sangat perhatian. Semalam, dia bahkan bilang "Ma, nanti kalau aku besar, aku belikan mama sepeda..." Aku langsung meng amin kan. Bagaimana anak perempuan berusia tiga tahun, selalu bercita-cita untuk ibunya. Dua hari yang lalu, dia juga berkata,  "Ma, nanti kalau aku sudah besar, mama sudah tua, aku masak ikan dan masak telur untuk mama..." Rasanya air mataku tertahan di sudut kelopaknya. Aku selalu terharu, loh moms . Oke.. sekarang stop terharu nya. Karena tadi aku mau bercerita tentang sayur yang kupersembahkan untuk anakku. Karena dari sekian macam menu sayur, ada  lah yang hanya bisa dimakan olehku dan abahnya saja. Misal sayur pare tumis jagung dan wortel. Kan pahit, untuk ukuran anak-anak. Atau sayur pakis tumis pedas dicampur bunga pepaya dan udang papey. Hmm, sedapnya... Untuk tumis kangkung dengan ...